Dienul Islam:
Dari Allah SWT(42:13)
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya. kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. 42:13)
Allah adalah Pencipta (40:6)
Dan
demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Rabbmu terhadap orang-orang
kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka. (QS. 40:6)Dari Allah SWT(42:13)
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya. kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (QS. 42:13)
Allah adalah Pencipta (40:6)
Yang maha mengetahui kebutuhan dan kemaslahatan hamba Nya (67:14/2:32/2:140)
Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui (QS. 67:14)
Mereka menjawab:"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 2:32)
"ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani Katakanlah:"Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya". Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan".
(QS. 2:140)
Yang Maha Bijaksana (2:32)
" Mereka menjawab:"Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS. 2:32)
Setiap yang datang dari Nya adalah kebenaran yang mutlak yang tidak boleh dlragukan (3:60/2:147/10:94/13:1)
"(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu". (QS. 3:60)
"Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu". (QS. 2:147)
"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu". (QS. 10:94)
Bila setiap yang datang dari Allah adalah benar (haq) maka dien yang datang dari Nya adalah dien yang haq, yang tidak boleh diragukan lagi (61:9/9:33)
"Dia-lah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci". (QS. 61:9)
Dienul haq yang mengantarkan manusia kepada hidayah
"Katakanlah:"Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran" Katakanlah:"Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk Mengapa kamu (berbuat demikian) Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?" (QS. 10:35)
Adapun Jahillyyah
Produk selain Allah (buatan Manusia)
Selain Allah adalah makhluk (termasuk manusia)
Manusia itu bodoh/tidak mengetahui (33:72)
" Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh", (QS. 33:72)
Untuk menentukan sesuatu selalu berdasarkan sangkaan dan rekaan belaka (6:148,116/10:6O/43:20)
"Orang-orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan:"Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun". Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami". Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta". (QS. 6:148)
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. 6:116)
"Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)". (QS. 10:60)
Dan mereka berkata:"Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)". Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka. (QS. 43:20)
Maka kebanyakan yang datang dari manusia adalah kebatilan (53:28/10:36)
"Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu.Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran". (QS. 53:28)
"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan". (QS. 10:36)
Otoritas undang-undang/peraturan yang dibuat manusia yang bodoh yang bersandar kepada sangkaan dan rekaan adalah undang-undang/ peraturan batil (22:62/31:30)
" (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar". (QS. 22:62)
Undang-undang/peraturan yang batil akan mengantarkan manusia kepada kesesatan (10:32,35)
"Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)" (QS. 10:32)
Katakanlah:"Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran" Katakanlah:"Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk Mengapa kamu (berbuat demikian) Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?" (QS. 10:35)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar